Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Laptop Dapat Membunuh Sperma?







Mungkin sudah menjadi kebiasaan Anda untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan Anda dengan laptop. Jadwal yang padat membuat Anda harus bisa menyelesaikan pekerjaan di mana saja dan kapan saja. Termasuk menggunakan laptop pada saat makan siang, menunggu di bandara atau di dalam mobil. 

Tentunya, Anda harus memangku laptop agar bisa mengerjakan tugas tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan memangku laptop dapat mengurangi kualitas sperma bahkan menyebabkan impotensi?



Sebuah grup peneliti dari Argentina mempublikasikan sebuah jurnal, Fertility and Sterility, yang menyebutkan bahwa betapa berbahayanya radiasi eletromagnetik yang dihasilkan oleh wifi dari laptop Anda.  

Penggunaan laptop yang tersambung dengan internet menggunakan wifi akan menghasilkan radiasi yang dapat mengurangi kualitas sperma, bahkan membunuhnya, bila Anda terlalu sering dan lama menggunakan laptop dekat dengan organ intim Anda.



Rusaknya sperma bila terkena paparan radiasi elektromagnetik tersebut dapat berpengaruh pada DNA yang dibawa oleh bayi saat pasangan Anda hamil. Memang masih terdapat banyak opini mengenai dampak radiasi dari penggunaan wifi ini karena banyak gadget ber-wifi yang juga sering diletakkan dekat dengan organ intim, seperti telepon selular. Namun, selama hal ini masih diperbincangkan, produsen laptop dan komputer tetap saja mendulang keuntungan dari hasil penjualan tanpa membuktikan faktor keselamatan dalam menggunakan perangkat tersebut.

Bagaimanakah dengan Anda? Sudahkah Anda peduli dengan kualitas sperma Anda?




read more

Kamis, 22 November 2012

Mendengarkan Musik Melalui Earphone, Sehatkah?







Desain kantor di Jakarta saat ini kebanyakan memang membuat perhatian gampang teralih, sehingga situasi dimana orang bekerja dengan earphone menancap di telinga sudah menjadi pemandangan biasa. Kebanyakan kantor pun memberi keleluasaan pribadi melalui musik (yang seringkali didengarkan melalui earphone). Sebagian orang menganggap bekerja sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan konsentrasi. Benarkah demikian?

Dr. Robert Desimone, direktur McGovern Institute for Brain Research di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan, belum ada riset yang benar-benar mendukung dugaan tersebut. Dalam satu dari beberapa riset kecil di Taiwan, mendengarkan musik sambil membaca liriknya justru membuat nilai uji konsentrasi lebih rendah. Studi ini melibatkan 102 mahasiswa, dan diterbitkan secara online di jurnal Work.


Dalam riset lain yang diterbitkan di Journal of the Scholarship of Teaching and Learning, tahun 2010, dikatakan bahwa mendengarkan musik hip-hop membuat pengurangan nilai tes membaca pada 133 orang dewasa.

Studi ketiga dari Fu Jen Catholic University di Taiwan, yang diikuti oleh 89 mahasiswa usia 19-28 tahun, mendapati bahwa orang-orang yang mendengarkan musik sambil bekerja atau belajar (entah itu suka atau tidak suka dengan musiknya) mendapat nilai terendah dalam hal memusatkan perhatian, dibandingkan mereka yang tidak memiliki perasaan yang kuat mengenai musik, atau yang bekerja di ruangan tanpa mendengarkan musik. Secara alamiah, orang lebih menaruh perhatian pada musik yang sangat mereka sukai atau tidak mereka sukai dan mengacaukan kemampuan mereka untuk fokus.

Multitasking dalam hal mendengarkan musik pada beberapa situasi ternyata tidak begitu membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Mendengarkan musik sambil membaca liriknya, diikuti dengan membaca atau menulis laporan kerja, bisa mengalihkan perhatian Anda. Sebab, hal ini melemahkan proses verbal pada bagian-bagian dari otak. Para ahli syaraf yang mengadakan studi di Fu Jen Catholic University, Taiwan mengatakan, korteks prefrontal, atau pusat kontrol pada otak, harus bekerja lebih keras untuk tidak memproses stimulus verbal yang kuat seperti lirik, dan bersaing dengan pekerjaan yang sedang Anda lakukan ketika mendengarkannya. Akhirnya, semakin lama Anda mencoba berkonsentrasi di tengah-tengah berbagai gangguan, semakin buruk pekerjaan yang dihasilkan.

"Perhatian itu membutuhkan upaya mental, dan kita bisa kelelahan secara mental," ujar Dr. Desimone.

Meskipun begitu, respon setiap orang terhadap musik bisa berbeda. Bagi sebagian orang, potongan musik yang familiar tanpa lirik bisa membantu menghambat suara-suara gangguan lain, seperti suara cempreng rekan kerja di sebelah Anda. Menggunakan earphone untuk mereduksi kegaduhan dianggap bisa membantu meningkatkan daya konsentrasi dari kegaduhan yang ada. Menurut Steven Orfield, presiden Orfield Laboratories Inc, - perusahaan desain arsitektur di Minneapolis -, earphone memang mampu menyaring tiga perempat kegaduhan di tempat kerja.

"Namun, ketika Anda melepaskannya selama beberapa menit, segala sesuatu akan terdengar terlalu keras untuk Anda sampai telinga Anda menyesuaikan diri. Akibatnya Anda bisa berbicara lebih keras pada yang lain," ujar Steven melanjutkan.


Studi Dr. Desimone juga menunjukkan bahwa penggunaan earphone lebih dari 90 menit secara konstan selama waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran. Karena itu, untuk tetap menjaga kesehatan telinga, disarankan pembatasan volume sampai 50-70 persen batas maksimal volume. Ketika Anda merasa kuping tidak nyaman atau sakit kepala, sebaiknya hentikan penggunaan earphone segera. Sering kali karena terlalu serius bekerja, banyak pekerja yang sampai melupakan hal ini dan berakibat fatal pada pendengarannya.

Jurnal Environmental Science and Technology yang juga dikutip dari Healthnews.com menyebutkan bahwa sekitar 90 persen dari 4.500 penduduk kota New York berada pada risiko gangguan pendengaran akibat paparan dari kebisingan oleh MP3 player maupun smart phone yang seringkali mereka dengarkan melalui earphone.

Nah, masih ingin bekerja sambil mendengarkan musik melalui earphone? Think Again! :)

read more

Jumat, 16 November 2012

Jenis Cedera Pada Sepak Bola



Sepakbola adalah pertandingan yang menyenangkan. Olahraga ini menjadi olahraga favorit di Indonesia. Namun, sifat sepakbola yang menuntut kecepatan, kekuatan fisik, dan bertemunya kedua kubu pemain yang bertanding tanpa pembatas daerah dapat menimbulkan cedera pada pemain. Cedera adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Dalam sepakbola, cedera pemain terutama disebabkan tekanan fisik. Kita mungkin pernah mendengar kisah Marco van Basten yang harus mundur dari sepakbola karena cedera panjang atau kisah pesepakbola lainnya yang masuk kamar operasi karena dikasari oleh lawan.

Cedera dapat menghilangkan masa depan pemain sepakbola. Selain itu, biaya yang besar harus dibayar untuk memperbaiki fungsi tubuh yang hilang. Kita mengetahui bahwa Marco van Basten telah merelakan masa emasnya sebagai pemain, menghilang karena cedera yang tak sembuh-sembuh. Saya berharap kepada seluruh pemain dan official tim untuk meletakkan faktor keselamatan dan masa depan pemain (yang mungkin juga pelajar) jauh lebih tinggi dari pada kemenangan tim semata.

Jenis Cedera yang Mungkin Terjadi dalam Sepakbola

       Luka Luar (Lecet/Robek)
Luka luar dapat dilihat dari tanda-tanda timbulnya kemerahan pada kulit hingga robekan kulit yang mengeluarkan darah.


Kram (Cramp/Kejang Otot)
Kejang otot disebabkan oleh terjadinya kelelahan otot, dehidrasi, menurunnya kadar kalsium dan kalium dalam darah. Bagian otot yang paling sering kelelahan adalah betis (sering disebut dengan istilah naik betis) meskipun otot paha juga cukup rentan mengalami hal serupa. Otot yang kelelahan akan menimbulkan nyeri yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Otot yang kram akan terasa keras karena otot melakukan kontraksi (pemendekan serabut otot).

      Robekan Otot, Putus Tendon, Pecah Tendon (Tendon Rupture)
Secara tradisional, kedua cedera yang pertama ini dikenal sebagai keseleo. Cedera ini biasanya disebabkan oleh kurangnya pemanasan, peregangan, atau  tackling keras pada lutut/mata kaki. Robekan/putus tendon ditandai dengan gangguan gerakan sendi. Tendon yang putus akan segera tertarik oleh otot dan sulit disatukan dengan bagian tendon lainnya yang melekat ke tulang. Tendon yang putus memerlukan tindakan pembedahan. Terkadang, tendon dapat pula bergeser dari tempatnya melekat. Pecah sebagian tendon pada tumit dapat dilihat sebagai penggembungan pada bagian tendon yang pecah.

       Patah/Retak Tulang
Patah tulang kecil maupun tulang panjang dapat terjadi dalam sepakbola. Kesalahan posisi tubuh dalam mendarat atau tackling keras dapat menimbulkan patah tulang. Jika terjadi, pemain akan merasakan nyeri hebat. Kelainan bentuk tulang dapat segera diamati jika patah tulang mengalami pergeseran fragmen (sliding). Jika tidak tampak kelainan bentuk tulang, patah tulang dapat dikenali dengan timbulnya bunyi crepitatio (seperti krek, krek) ketika kedua fragmen tulang digerakkan.
Patah tulang pada tulang pipa betis dapat segera diamati dengan adanya malformasi (kecacatan) . Namun, patah tulang pada bagian paha sukar diamati. Patah tulang paha sangat mungkin menimbulkan perdarahan yang banyak, nyeri yang hebat karena memendekknya otot paha sehingga penderita akan segera masuk ke dalam keadaan shock akibat perdarahan.

     Trauma Tumpul (Pukulan/Sikutan/Tendangan) Ke Arah Tubuh
Trauma tumpul pada daerah perut, pada awalnya, akan menunjukkan jejas (tanda cedera) pada kulit di mana terjadi benturan. Jika benturan bersifat keras dan mengenai organ dalam perut seperti usus, lambung, hati, pankreas, dan limpa maka perdarahan akan terjadi karena luka robek. Perdarahan ini biasanya tidak tampak/tidak dapat dilihat. Perdarahan organ dalam akan menimbulkan reaksi hypovolemic shock  dan peritonitis (radang perut) karena banyak volume darah yang mengalir ke rongga perut.


read more
Blogger Template by Clairvo