Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Tom Hardy Mengintai di Splinter Cell The Movie



 
Bagi Anda penggila game, pasti sudah tidak sabar lagi menunggu hadirnya film action paling keren yang diadaptasi dari game konsol dan novel terkenal ini.  Tokoh utama yang sama dalam semua versinya, yaitu Sam Fisher, konon akan diperankan oleh Tom Hardy.  Ubisoft sebagai developer game Tom Clancy’s Splinter Cell sudah menjalin kerjasama dengan rumah produksi film New Regency. Mereka memutuskan aktor yang tepat untuk memerankan tokoh yang identik dengan Trifocal Goggle ini adalah Tom Hardy yang baru-baru ini semakin terkenal setelah penampilannya sebagai Bane dalam film The Dark Knight Rises.
 

 
Tom Hardy dalam Tom Clancy’s Splinter Cell akan memerankan Sam Fisher yang terkenal sebagai agen Third Echelon dalam game tersebut. Belum ada sinopsis cerita yang dibeberkan untuk versi the movie, bahkan belum ada tanggal pasti rilisnya film ini. Sementara, Eric Warren Singer, yang sebelumnya menulis untuk film The International, didapuk menjadi screenwriter untuk film tersebut.

 
Secara resmi, Ubisoft Motion Pictures menyatakan bahwa bagi mereka, kunci dari keberhasilan film ini adalah creative control dan New Regency berkomitmen untuk menghargai kebebasan kreatif dari timnya. Kemampuan New Regency dalam menghasilkan film Blockbuster menjadi pilihan yang tepat dalam memproduksi film Splinter Cell.

Nah, Anda pasti sudah tak sabar lagi kan menunggu kegarangan Tom Hardy sebagai Sam Fisher dalam Tom Clancy’s Splinter Cell?


read more

Kamis, 22 November 2012

Paranormal Activity 4, Melemahnya Sang Teror







Memang tak ada yang pernah menyangka dengan budget super mini kala dirilis pertama kali pada tahun 2007, Paranormal Activity rekaan Oren Peli bisa sukses besar. Kesuksesan tersebut membuatnya menjadi trendsetter genre horor berbalut found footage yang kian menjamur dengan segala modifikasinya belakangan ini.

Lalu menjelang akhir tahun 2012, Oren Peli yang duduk di bangku produser kembali menghadirkan waralaba aktivitas horor tersebut pada babak keempat. Bersetting lima tahun setelah kejadian pada Paranormal Activity 2 (2009), kita akan dipertemukan dengan pasangan suami istri Holly dan Doug (Alexondra Lee dan mendiang Stephen Dunham) dengan dua anak mereka: Alex (Kathryn Newton) dan Wyatt (Aiden Lovekamp).



Teror dimulai saat keluarga kecil ini kedatangan Robbie (Brady Allen), anak tetangga yang sengaja menginap selama beberapa hari. Namun karena sikap Robbie terlalu aneh, Alex dan pacarnya, Ben (Matt Shively), berusaha menyelediki ada apa di balik tingkah tak wajar tersebut. Sayangnya jawaban dari segala keanehan itu rupanya menjadi mimpi buruk bagi keluarga kecil ini.

Tak ada yang salah memang dengan usaha Peli dan Paramount Pictures dalam memanfaatkan kepopuleran franchise ini. Namun sepertinya apa yang ditawarkan Henry Joost dan Ariel Schulman sebagai sutradara pada sekuel terbaru tampak terlalu dipaksakan. Sehingga alih-alih meneror jantung, Paranormal Activity 4 menjadi horor yang datar dan lemah.

Inovasi mengikuti perkembangan zaman seperti menggunakan skype dan macbook, serta efek sensor yang dihasilkan Xbox Kinect sebagai sarana menangkap aktifitas klenik, memang hanya menjadi inovasi. Karena unsur eerie yang niat dihadirkan justru meredup entah kemana. Membuat seri ini begitu melelahkan untuk diikuti. Atau mungkin seri terburuk dari rangkaian Paranormal Activity.

Meski begitu, masih ada sisa-sisa kengerian yang dihasilkan Christopher Landon sebagai penulis naskah. Walau tampaknya hal tersebut tak membantu instalment ini untuk menjadi lebih baik lagi.

read more

Jumat, 16 November 2012

Film Paling Romantis Sepanjang Masa


Kisah cinta menjadi tema yang tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Baik itu buku-buku, lagu-lagu bahkan film bertemakan cinta selalu laris di pasaran. berikut adalah daftar dari 5 film paling romantis sepanjang masa, dengan fitur roman yang akan tetap abadi dengan judul kontemporer yang membuat jantung kita berdetak sama cepatnya

1. TITANIC (1997)



Film yang diangkat dari kisah nyata ini mampu membius penonton, hingga membuat bioskop penuh sesak, disertai antrean yang panjang. Bahkan banyak yang menonton film tersebut berulang kali. Tak heran jika film itu masuk box office, serta meraih 11 Academy Awards pada 1998.

Dengan pemeran utama Leonardo Dicaprio (sebagai Jack Dawson) dan Kate Winslet (sebagai Rose Dewitt Bukater), film ini menjadi salah satu film romantis paling laris dan terkenal. Diangkat berdasarkan kisah nyata tenggelamnya kapal Titanic dipadu dengan bumbu percintaan yang menyentuh kedua tokoh utamanya.

2. Casablanca (1942)

Film CASABLANCA yang dibintangi Humphrey Bogart dan Ingrid Bergman telah memenangi tiga piala Oscar di tahun 1944 untuk kategori teratas, Best Picture, Best Director dan Best Screenplay. Kisahnya yang kompleks dikultuskan oleh penikmat film sebagai film noir legendaris dan membuat film garapan Michael Curtis ini banyak dipakai sebagai bahan kajian. Di daftar 250 film terbaik sepanjang masa, CASABLANCA meraih posisi ke-19.

3. Gone With The Wind (1939)

Disutradarai oleh Victor Fleming. Dibintangi Vivien Leigh, Clark Gable, Leslie Howard. Di pusat ini epik Perang Saudara Amerika adalah cinta segitiga antara Rhett Butler (Gable), Scarlett O’Hara (Leigh) dan Ashley Wilkes (Howard). Film dengan latar belakang perang saudara, yakni ketika Georgia ingin memisahkan diri dari Negara Bagian Amerika. Scarlet O’Hara (Vivien leigh) seorang gadis anak pemilik tanah bernama Tara mencintai seorang pemuda bernama Ashley Wilkes yang akan menikahi sepupunya sendiri Melanie Hamilton, menyatakan cintanya di hari pertunangan pemuda tersebut dan bertekad menggagalkannya.Diakhir film, sebagian penonton yang terbiasa dengan Happy Ending harus kecewa karena Scarlet dan Rhett berpisah setelah kematian Bonie, anak mereka.

4. Pretty Woman (1990)

Film yang bercerita tentang kisah cinta Edward Lewis (Richard Gere) si pengusaha kaya raya yang jatuh cinta pada Vivian Ward (Julia Roberts) sang pelacur dari Hollywood Boulevard. Akting dari pasangan pemain utamanya, Julia Roberts (sebagai Vivian Ward) dan Richard Gere (sebagai Edward Lewis), mengundang pujian dan menjadikan film ini sebagai film romantis yang disukai banyak penonton.

5. Pride and Prejudice (2005)

Pride and Prejudice adalah film Inggris yang merupakan adaptasi dari novel karya Jane Austen dengan judul yang sama. Novel ini merupakan salah satu cerita cinta sepanjang masa. Austen memaparkan hubungan percintaan melalui berbagai sudut pandang yang berbeda. Film yang disutradarai oleh Joe Wright ini dibintangi oleh Keira Knightley dan Matius Macfadyen. Cerita film ini adalah versi asli dari Bridget Jones. Dalam dunia sastra, nama Jane Austen adalah neneknya karya-karya percintaan. Ironisnya beliau tidak menemukan cintanya sendiri.
read more

Selasa, 06 November 2012

5 Film Horror Yang Diadaptasi Dari Kisah Nyata





Film merupakan salah satu dari sekian banyak media hiburan yang banyak disukai orang-orang di seluruh dunia. Salah satu genre film yang diminati adalah horor, banyak sutradara film horor yang terinspirasi membuat film dari cerita rakyat,dongeng masa lalu dan yang paling unik adalah film horor tersebut terilhami dari kisah nyata yang benar- benar terjadi, bahkan penjualan film tersebut terbilang sukses. Berikut 5 film horor yang berdasarkan kisah nyata:

1. The Amityville Horror
Sejauh ini, The Amityville merupakan film horor terseram yang di ambil dari sebuah kisah nyata. Bermula dari seorang pemuda yang rentan terhadap penyalah gunaan narkoba Ronald deFeo jr (alias "Buth") yang membantai seluruh anggota keluarganya pada suatu malam 14 November 1974 dengan mengunakan senjata api, disaat anggota keluarganya tertidur, pertama ia menembaki ayah dan ibunya yang sedang tidur di kamar mereka, diteruskan dengan membunuh saudaranya yang lebih muda. Menurut polisi, deFeo membunuh seluruh anggota keluarganya untuk mendapatkan sejumlah uang, tetapi banyak isu-isu yang berdar bahwa Defeo melakukan pembunuhan keji itu dikarenakan dia mendengar bisikan-bisikan gaib dari arwah yang ada di rumah tersebut.

Beberapa tahun kejadian setelah kejadian tersebut rumah yang menjadi peristiwa pembantaian keluarga itu didiami oleh keluarga Lutz. Mereka menemukan sebuah ruangan rahasia yang diyakini menyimpan sebuah misteri dari kejadian pembunuhan keluarga DeFeo dan tak lama setelah itu keluarga Fatz melarikan diri dari rumah tersebut tanpa alasan yang tak jelas.

2. The Exorcism Of Emily Rose
The Exorcism Of Emily Rose merupakan salah satu film horor yang terbilang sangat sukses dari sisi penjualannya. Film ini terpengaruh dari kisah seorang gadis remaja Annelise Michel, yang sebelumnya adalah gadis remaja biasa. Kejadian aneh dimulai ketika usianya 17 tahun pada 1968 ia kejang-kejang dan mengalami serangan epilepsi pertamanya pada 1969, pada saat itulah Annelise mulai berhalusinasi tentang setan ketika ia sedang berdoa. Pada tahun 1975, dia ditetapkan menderita depresi dan hingga sering sekali melukai dirinya sendiri sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Seseorang yang pertama mendiagnosis bahwa Annelisse mengalami kerasukan adalah seorang perempuan tua yang menemaninya saat ia berziarah. Dia melihat Anneliese berjalan menghindar melewati gambar tertentu dari Yesus, dan ketika ia menolak untuk minum air yang berasal dari mata air suci. Kemudian seorang pengusir setan dari kota terdekat memeriksa Anneliese dan menyimpulkan bahwa ia dirasuki. Setelah pengobatan medis yang selalu gagal, akhirnya ritual eksorsisme dipilih yang dilakukan oleh seorang Uskup. Pada saat itu Annelise mulai melukai dirinya sendiri dan menolak untuk makan. Anneliese melakukan sejumlah tindakan yang sangat aneh. Ia menjilat urinnya sendiri dari lantai. Dia memakan lalat, laba-laba, dan batubara. Dia menggigit kepala burung mati. Annelise pernah merangkak di bawah meja dan menggonggong seperti anjing selama dua hari. Ia sering mendengar teriakan melalui dinding selama berjam-jam. Merobek pakaian dan kencing di lantai. hingga mengakibatkan tubuh dan wajahnya terlihat mengerikan, orang di sekitarnya hampir tidak mengenalinya. Annelise meninggal pada tahun 1 juni 1976 yang diakibatkan karena dehidrasi dan malnutrisi, dan hampir selama satu tahun menderita semi kelaparan ketika ritual exorcism dilakukan.

3. The Entitiy
Film ini mengambil cerita dari seorang ibu rumah tangga bernama Dorris Bither yang tinggal bersama putra remaja dan kedua putrinya. Ia sering sekali mengalami kejadian seperti halusinasi dan gangguan fisik. Brian Harris, putra remaja Bither mengatakan sering mendengar ibunya ditampar, dipukuli hingga dilempar didalam kamar, ia juga pernah melihat luka memar pada paha ibunya, yang menurut Bither karena malam sebelumnya ia diperkosa oleh setan.

Film ini terinpirasi oleh seorang ibu, Carmen Reed, yang diwawancarai CNN tentang cerita seram yang dialaminya. Bermula pada 1980 saat Reed beserta keluarganya menempati sebuah rumah kolonial lama di Southington, Connecticut, agar dekat dengan rumah sakit dimana dia dan anak 13 tahunnya itu menerima pengobatan kanker. Segera setelah itu, dua keponakannya bergabung dengan mereka di rumah yang mereka tau pernah menjadi rumah duka. Tidak lama sebelum anaknya yang mulai bercerita tentang suara-suara yang didengarnya, termasuk salah satu "pria jangkung, kurus dengan panjang rambut hitam pekat" yang sering dilihatnya setiap malam.

Pernah ia juga membawa anaknya ke psikiater dan mendapati anaknya semakin gelap dan gelap pada setiap harinya. Hingga akhirnya dia membawa anaknya ke rumah sakit jiwa.

 4. An American Hunting
Ini adalah film horor modern yang mengambil cerita dari masa lampau. Bermula ketika Yohanes Bell mangambil paksa tanah milik Kate Batts, yang dikenal memiliki ilmu sihir. Dan setelah insiden itu, Bell dan putrinya sering mengalami kejadian supranatural, dan yang terparah ia melihat putrinya penuh luka dan putrinya mengaku telah diperkosa oleh mahluk tak berwujud. Pada tahun 1886, seorang sejarawan pernah menulis tentang penyihir batts ini yang sangat terkenal pada masa kepresidanan Andrwe Jackson. Disinyalir, keberadaan keluarga Bell memang ada.

5. Audrey Rose 1977
Ini adalah salah satu film horor berdasarkan cerita hantu didasarkan pada peristiwa yang diduga benar. Film menceritakan seorang gadis bernama Ivy dan keluarganya yang sedang diteror oleh seorang pria misterius yang percaya bahwa Ivy adalah reinkarnasi dari putrinya, Audrey Rose, yang meninggal dalam kecelakaan mobil yang berapi-api hanya beberapa menit sebelum Ivy lahir (setelah sebelumnya mendapatkan jawaban sama dari dua paranormal). Apa yang berikut adalah serangkaian kejadian aneh (beberapa sangat mirip dengan yang di `The Exorcist`), termasuk Ivy mengalami mimpi buruk yang mengerikan dan membakar tangannya di jendela.
read more

Jumat, 02 November 2012

10 Film Dokumenter Yang Menggemparkan Dunia




Begitu banyak hal sederhana di sekitar kita yang bisa dijadikan inspirasi untuk lahirnya suatu karya bernilai ‘mahal’. Jika Anda mampu kritis terhadap apa yang Anda lihat dan mampu mengabadikannya ke dalam suatu karya, bisa jadi hal ini akan menjadi sesuatu yang layak diperbincangkan banyak orang. Ada banyak cara bisa Anda gunakan sebagai wujud dari sikap kritis Anda, salah satunya mewujudkannya dalam suatu karya Film Dokumenter. Dan sesuatu yang Anda hasilkan, bukanlah tidak mungkin bisa menjadi karya yang menggemparkan. Seperti 10 daftar film documenter di bawah ini. “Ketidakinginan” mereka untuk melewatkan suatu cerita yang berharga, akhirnya berhasil menggiring mereka menuju sebuah karya yang menggemparkan jagat Bumi:

1. Fahrenheit 9/11 (Michael Moore, AS, 2004)
Opini kritis tentang kebijakan ‘War on Terror’ pada masa Presiden Bush dan cara media massa memberitakannya. Film ini memenangkan Palm d'Or, penghargaan tertinggi Festival Film Cannes ke-57 (2004). Jarang sekali ada film dokumenter yang bisa memenangkan penghargaan ini.

2. Born into Brothels (Zana Briski & Ross Kauffman, AS, 2004)
Zana, wanita fotografer Amerika, datang ke lokalisasi pekerja seks komersial di Sonagachi, Kolkata, India. Ia mengajari mereka  memotret dan menyusun film ini dari banyak potongan kehidupan sehari-hari para penghuni lokalisasi.

3. March of the Penguins (Luc Jacquet, Prancis, 2005)
Pengamatan selama setahun tentang migrasi kelompok penguin di Antartika, dengan narasi para aktor terkenal. Film ini membuka diskusi yang luas tentang konsep keluarga di masa modern.

4. An Inconvenient Truth (Davis Guggenheim, AS, 2006)
Film dokumenter terlaris di AS ini mendokumentasikan kampanye pendidikan lingkungan oleh mantan Wakil Presiden AS, Al Gore, tentang pemanasan global.

5. Dixie Chicks: Shut Up and Sing (Barbara Kopple & Cecelia Peck, AS, 2006)
Cerita personal tentang kelompok band wanita, Dixie Chicks, yang banyak mendapat masalah di negeri sendiri karena selama di London aktif mengkritik kebijakan perang Presiden Bush di depan publik.

6. Earth (Alastair Fothergill & Mark Linfield, Inggris/Jerman/AS/Jepang , 2007)
Film ini mendokumentasikan perjalanan mengunjungi keragaman habitat hewan liar   di berbagai penjuru dunia.

7. Pertaruhan (Jacques Perrin & Jacques Cluzaud, Indonesia, 2008)
Empat film dokumenter pendek tentang kontroversi seputar tubuh wanita di Indonesia.

8. This Is It (Kenny Ortega, AS, 2009)
Rekaman proses persiapan konser Michael Jackson ini menghebohkan dunia setelah Michael Jackson meninggal 18 hari sebelum konser dimulai.

9. Oceans (Jacques Perrin & Jacques Cluzaud, Perancis, 2010)
Film ini menguak misteri bawah laut. Dunia sempat dikagetkan ketika para hiu dibantai dengan kejam demi kepentingan manusia.

10. Justin Bieber: Never Say Never (AS, 2011)
Ini yang terbaru, tapi berhasil mencuri perhatian dunia. Kisah hidup Justin Bieber sekaligus mengikuti perjalanannya tur keliling dunia tahun 2010. Film ini juga beredar dalam versi 3D.
read more

Jumat, 12 Oktober 2012

Belajar Menghargai Mimpi Lewat "Cita-citaku Setinggi Tanah"




Setiap orang tentu memiliki cita-cita. Hal ini juga yang selalu ditanyakan oleh guru di sekolah kepada muridnya, atau oleh orangtua kepada anaknya. Semakin tinggi dan mulia cita-cita yang diimpikan, tentu akan semakin bangga orangtua dan guru yang mendengarnya.

Namun tidak dengan Agus Suryowidodo, yang bercita-cita ingin makan di restoran padang. Sontak satu kelas tertawa terbahak-bahak meremehkan cita-cita si Agus. Ibu guru pun kembali bertanya untuk memastikan supaya Agus tidak keliru.

"Iya, benar kok! Cita-cita saya adalah ingin makan di restoran padang!" Itulah yang diucapkan oleh Agus Suryowidodo dengan mantap saat dikonfirmasi oleh ibu guru di sekolah.

Dibandingkan dengan teman-teman dekatnya yang memiliki cita-cita setinggi langit, cita-cita Agus memang terkesan remeh dan hanya setinggi tanah.

Coba bandingkan dengan Sri yang ingin menjadi artis sinetron terkenal, Jono yang bercita-cita menjadi tentara, dan Puji yang bercita-cita ingin membahagiakan orang lain, tentu cita-cita Agus tidak sebanding.

Tentu bukan tidak beralasan bila Agus bercita-cita ingin bisa menikmati hidangan yang tersaji di restoran padang. Ayah Agus bekerja di pabrik tahu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang sangat mahir membuat tahu bacem.

"Tahu bacem buatan ibuku paling enak sekabupaten. Saking jagonya bikin tahu bacem, setiap pagi aku sarapan tahu bacem, siang makan tahu bacem. Saat makan malam, aku masih diberi tahu bacem juga," cerita Agus yang rupanya bosan dengan menu makanan yang monoton.

Itulah yang tergambar pada film layar lebar pertama garapan Eugene Panji, yang berjudul  Cita-citaku Setinggi Tanah (CCST).

Namun, Eugene tidak ingin mengetengahkan mimpi dan cita-cita sebagai pusat cerita dalam film ini.

Proses, itulah yang menjadi pusat cerita dalam film ini. Bagaimana seorang Agus yang berasal dari keluarga sederhana di desa di kaki gunung Merapi, Muntilan, Jawa Tengah, harus berjuang dan berusaha untuk mengumpulkan uang agar bisa menikmati hidangan yang disajikan di restoran padang.

Agus harus menahan keinginannya untuk jajan dan membeli mainan. Dia juga mengorbankan waktu bermain dengan tiga sahabatnya; Sri, Jono, dan Puji.

Waktu yang seharusnya digunakan oleh Agus untuk bermain, dia habiskan sebagai pengantar tahu dan ayam, demi mendapatkan upah sebesar Rp 3.500.

Ide cerita CCST berawal dari kegelisahan Eugene Panji dan rekannya, Marina Mayang Sari, yang melihat anak-anak lebih menyukai berkeliaran di mal atau pusat perbelanjaan dan bermain dengan alat elektronik yang dikenal dengan sebutan "tablet".

Eugene mendedikasikan film ini untuk anak-anak Indonesia, agar bisa lebih menghargai dan memaknai arti mimpi yang sesungguhnya melalui proses untuk mencapai mimpi tersebut.

Adegan demi adegan dalam film ini tampak sederhana dan natural, namun Eugene berhasil memberikan makna dalam setiap adegan, di mana arti sebuah perjuangan itu sangat dijunjung tinggi sebagai pusat cerita.

Ada satu adegan di mana Agus meminta bantuan Puji untuk menemaninya mencari sebatang bambu untuk dijadikan celengan, demi menabung untuk membeli makanan di restoran padang. Adegan ini memang tampak biasa saja, namun Eugene tampaknya berhasil menyentuh penonton melalui makna perjuangan yang tersirat.

"Oalah Gus, bilang dong kalau mau bikin celengan. Kenapa ndak beli saja to," tanya Puji yang kebingungan dengan perilaku sahabatnya itu. Jawaban Agus sederhana namun sangat mengena.

"Lha piye to Ji (ya gimana sih Ji), kalau aku beli celengan nanti uangku habis. Lantas apa yang mau ditabung?"

"Aguuus..Agus. Cita-citamu itu rendah, tapi menyusahkan," ujar Puji kepada Agus.

Puji pun tampaknya mengerti betapa Agus harus berjuang dengan susah payah untuk menggapai cita-citanya yang setinggi tanah itu.

Sebagai orang baru dalam perfilman Indonesia, Eugene yang lebih dikenal sebagai sutradara video musik, ternyata memiliki misi khusus untuk film CCST.

Film yang dibintangi oleh Nina Tamam, Agus Kuncoro, Iwuk Tamam, dan Donny Alamsyah ini memiliki tujuan baik yaitu mendonasikan seluruh hasil bersih dari penayangan film ini di bioskop, kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

"Komitmen berbagi ini diwujudkan dengan berbagi ilmu dengan orang-orang yang berlum pernah terlibat dalam pembuatan film," kata Eugene.

Benar saja, sebagian besar pemain dalam CCST dan seluruh kru, kecuali juru kamera, adalah orang-orang yang baru dalam industri perfilman.
read more
Blogger Template by Clairvo